Diposting oleh:

Peran Mediasi dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan

staitasik.ac.id – Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh Mediator. Kedudukan mediasi adalah sebagai tahapan dalam penyelesaian sengketa antara pihak-pihak yang berperkara. Oleh karena itu, mediasi memiliki peran penting, yaitu sebagai sarana dalam penyelesaian sengketa. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Abduh, M.HI, CM, mahasiswa Program Doktor Ilmu Syariah dalam Workshop Mediasi, Advokasi, Litigasi dan Legal Drafting yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 22-23 November 2021 bertempat di Aula Kampus setempat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan peatihan kompetensi bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) UNUGIRI.

Menurut Muhammad Abduh, yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya, sifat mediasi pada dasarnya adalah tertutup dan rahasia. Hal ini ditujukan untk menjamin kerahasisaan para pihak dan juga kelancaran proses mediasi agar tidak ada intervensi pihak lain. Oleh karena itu, seorang mediator harus mempunyaiskillyang mumpuni dalam penyelesain sengketa. Pada praktiknya, pelaksanaan mediasi dilakukan di ruang mediasi pengadilan atau ditempat di luar pengadilan yang disepakati oleh para pihak.

Selain Muhammad Abduh, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain dari kalangan praktisi. Para narasumber tersebut adalah: Ilin Eka Lestari (Notaris), H. Pasuyanto (Advokat), dan H. Moch Bachrul Ulum (Hakim Pengadilan Agama). Bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Rektor UNUGIRI, Jauharul Ma’arif, M.PdI.

Dalam pelaksanaan workshop ini, Muhammad Abduh tidak hanya menyampaikani pemaparan materi, tetapi juga memberikan simulasi tentang alur dan tahapan mediasi di pengadilan agama. Para mahasiswa UNUGIRI Bojonegoro peserta workshop juga dimotivasi untuk mengikuti pendidikan profesi mediator dan mendapatkan sertifikat. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop ini. Sifat kritis mahasiswa UNUGIRI Bojonegoro mulai muncul aktif ketika pemateri sudah selesai memberikan materi. Mereka menyampaikan pertanyaan-pertanyaan seputar problematika meningkatnya angka perceraian yang sangat tinggi dihubungkan dengan keberhasilan seorang mediator dalam penyelesaian sengketa.

Sumber:

http://ilmusyariahdoktoral.uin-suka.ac.id/id/liputan/detail/1377/peran-mediasi-dalam-penyelesaian-perkara-di-pengadilan

LPPM

LPPM

Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

LPMP

LPMP

Pusat Perencanaan dan Penjaminan Mutu

P2B

P2B

Unit Penunjang Pengembangan Bahasa

PTI

PTI

Unit Penunjang Teknologi Informatika