Diposting oleh:

Penelitian Itu Penting!

Meneliti dalam perspektif ilmiah adalah pemeriksaan yang detail, penyelidikan,kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan. Setiap Dosen atau siapapun berhak bahkan mesti melakukan penelitian untuk memperoleh pengetahuan atau penemuan baru atau sebagai pembuktian dan pengujian tentang kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada, juga sebagai pengembangan pengetahuan suatu bidang keilmuan yang sudah ada,  Itulah arti penelitian secara istilah.

Jika dilihat dari kaca mata Islam makna meneliti atau riset, yakni mengamati, melihat, mendeteksi, memperhatikan, mengobservasi, memeriksa dan menyelidiki apapun yang menjadi kehendak dan ciptaan-NYA.

Sesuai dengan firman Allah swt. :“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Luqman :29)

Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tafakkaruu fii khalqillahi wa laa tafakkaruu fiidzatillahi, berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah” (HR. Abu Nuaim)

Hadits tersebut berbicara tentang salah satu ciri khas manusia yang membedakanya dengan makhluk lain, yakni bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir. Dengan kemampuan itulah manusia bisa meraih berbagai kemajuan, kemanfaatan, dan kebaikan. Namun, sejarah juga mencatat bahwa tidak sedikit manusia mengalami kesesatan dan kebinasaan akibat berpikir atau juga mengakibatkan kehancurannya karena tidak berpikir.

Riset atau penelitian juga dilakukan sejak zaman Rasulullah saw. Alquran secara tersurat dan tersirat menekankan kepada kita agar menggunakan rencana yang matang dalam melakukan apa pun. Baik dalam skala kehidupan yang kecil maupun berskala besar. Rasulullah saw. menggunakan data statistik sejak beliau hijrah dari Makkah ke Madinah dan memulai babak baru dalam ekspansi dakwah. Rasulullah saw. terbiasa melakukan uji coba (eksperimen) dalam persoalan duniawi mendorong umatnya menggali secara optimal teknologi tepat guna, yang dinilai mendatangkan manfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia.

Demikian pula kita sebagai manusia yang menurut hadits di atas adalah makhluk yang berfikir, maka oleh karena itu, Rasulullah saw. menghendaki kita, kaum muslimin, untuk punya budaya tafakur yang akan mengantarkan kita kepada kemajuan, kemanfaatan, kebaikan, ketaatan, keimanan dan ketundukan kepada Allah swt. Agar tujuan itu tercapai, Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk bertafakur mengenai makhluk ciptaan Allah swt.

Beliau melarang kita berfikir tentang Dzat Allah karena kita tidak akan mampu menjangkaunya, dan berfikir tentang dzat Allah bisa mengantarkan kita kepada kesesatan dan kebinasaan.

 Ibnul Qayyim berkata, “Berfikir akan membuahkan pengetahuan, pengetahuan akan melahirkan perubahan keadaan yang terjadi pada hati, perubahan keadaan hati akan melahirkan kehendak, kehendak akan melahirkan amal perbuatan. Jadi, berfikir adalah asas dan kunci semua kebaikan. Hal ini bisa menunjukan keutamaan dan kemuliaan tafakur, dan bahwasannya tafakur termasuk amalan hati yang paling utama dan bermanfaat sampai-sampai dikatakan, “tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah setahun.” Demikian Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali menulis di kitab Al-Munqizh Min Al-Dhalal

Tafakur bisa mengubah dari kelalaian menuju kesadaran dan dari hal-hal yang dibenci Allah menuju hal-hal yang dicintai-NYA, dari ambisi keserakahan menuju zuhud dan qanaa`ah, dari penjara dunia menuju bentangan ilmu pengetahuan, dari penyakit syahwat dan cinta kepada dunia menuju kesembuhan ruhani dan pendekatan diri kepada Allah, dari bencana buta, tuli dan bisu, nikmat penglihatan, pendengaran, dan pemahaman tentang Allah dan juga dari berbagai penyakit syubhat menuju keyakinan yang menyejukan hati dan keimanan yang menentramkan.

Oleh karena itu meneliti bukan hanya untuk tugas secara teoretis dan pragmatis saja, ataupun tuntutan profesi , namun juga sebagai wasilah  untuk menjadikan diri semakin dekat dengan Al Khabir yang Maha teliti.

Hasbunallah wani`mal wakil

 #IndahnyaDibalikSkenarioTuhan

#KampusUkhuwah

LPPM

LPPM

Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

LPMP

LPMP

Pusat Perencanaan dan Penjaminan Mutu

P2B

P2B

Unit Penunjang Pengembangan Bahasa

PTI

PTI

Unit Penunjang Teknologi Informatika