Diposting oleh:

Dukung Kampus Merdeka, IAIT Buka Kuliah Umum Digitalisasi Pendidikan Era 4.0

iaitasik.ac.id – Sebagai langkah menuju kampus terbaik di kota Tasikmalaya. IAIT terus gencarkan berbagai program guna menghasilkan lulusan terbaik yang bisa bersaing di masyarakat.

Siang tadi, Pukul. 14.00, Jumat (18/02/2022) Institusi Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) mengadakan Kuliah Umum Digitalisasi Pendidikan Di Era 4.0 Menuju Kampus Merdeka.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. H Fauzan Ali Rasyid, M. Si., Guru besar sekaligus dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati.

Semenjak kemunculan wabah COVID-19 hampir semua industri maupun intitusi mulai mengadopsi media digital untuk cara mereka berinteraksi satu sama lain.

Oleh karena itu, digitalisasi menjadi sangat penting di era 4.0. Peralihan dari cara manual ke media digital sudah tidak bisa dihindari lagi.

Apalagi di tengah merebaknya wabah COVID-19 belakangan ini, menerapkan pembelajaran berbasis digital atau e-learning sangat bermanfaat untuk melindungi peserta didik dari penyebaran virus COVID-19.

Ditambah pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat dapat beraktivitas di rumah sebagai upaya physical distancing atau menjaga jarak fisik untuk menekan penyebaran virus.

Dr. Abdul Haris, M. Pd menjelaskan, digitalisasi pendidikan ini lambat laun akan kita lewati juga, apalagi sejak munculnya pandemi. Hampir semua kegiatan dialihkan ke media digital.

“Maka mau tidak mau, kita sendiri terpaksa harus beradaptasi dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menghindari kerumunan dan beralih ke digital,” katanya.

Beliau menambahkan, dengan adanya digitalisasi di bidang pendidikan akan memengaruhi efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.

Apalagi sekarang status di Kota Tasikmalaya sudah menginjak siaga tiga.

“Acara ini pun sekaligus sebagai alat meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar paham apa itu digitalisasi,” tambahnya.

Prof. Dr. H Fauzan Ali Rasyid, M. Si. mengatakan, salah satu hikmah pandemi ini kita sebagai masyarakat dituntut berkembang ke era 4.0.

“Alhasil, kita mau tidak mau harus mengejar revolusi industri yang sudah digemborkan oleh negara-negara maju,” ungkapnya.

Beliau menegaskan, sebenarnya tanpa ada pandemi pun kita sudah berkembang mengejar ketertinggalan dari negara maju. Tetapi sejak munculnya pandemi, semuanya seolah dipercepat.